Telepon: +6285725994411
Penerbitan dan Pencetakan Buku Berkualitas Telepon: +6285725994411

Buku

Home

SILENT CRISIS (ANALISIS DAMPAK SANITASI AIR DAN HIGIENE MAKANAN TERHADAP STUNTING)

SILENT CRISIS (ANALISIS DAMPAK SANITASI AIR DAN HIGIENE MAKANAN TERHADAP STUNTING)

SILENT CRISIS (ANALISIS DAMPAK SANITASI AIR DAN HIGIENE MAKANAN TERHADAP STUNTING)

Rp. 250.000
Penulis Ani Kipatul Hidayah, SKM., M.Kes , Laily Khairiyati, SKM, MPH , Dr. Lenie Marlinae, SKM, MKL. , Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Kes, FISPH, FISCM , Prof. Dr. Husaini, SKM, M.Kes. , Ir. Agung Waskito, ST, MT , Anugrah Nur Rahmat, SKM. , dkk.
Ukuran 14 x 21 cm (A5)
Tebal 112 HALAMAN
ISBN SEDANG DIAJUKAN
Hubungi Kami

Deskripsi

Buku “Silent Crisis (Analisis Dampak Sanitasi Air dan Higiene Makanan Terhadap Stunting)” secara menyeluruh membahas keterkaitan antara kondisi sanitasi lingkungan, kualitas air, dan praktik higiene makanan terhadap kejadian stunting pada anak. Buku ini menyoroti bahwa stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan makanan, tetapi juga oleh faktor lingkungan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, dan kebersihan makanan yang kurang terjaga. Air bersih dan sanitasi yang layak berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi seperti diare, ISPA, dan tuberkulosis yang dapat menghambat penyerapan zat gizi. Penggunaan air yang tidak memenuhi syarat fisik, kimia, dan mikrobiologis menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan yang berujung pada stunting. Oleh karena itu, pengelolaan air bersih, pengolahan limbah rumah tangga, serta kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Selain itu, pentingnya penerapan prinsip-prinsip higiene dan sanitasi makanan dalam setiap tahap pengolahan pangan, mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian. Setiap tahapan harus dilakukan secara higienis untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan dan memperburuk status gizi anak. Buku ini juga menjelaskan bahwa lingkungan rumah tangga yang sehat dengan ventilasi cukup, kelembaban ideal, dan kepadatan hunian yang sesuai dapat mengurangi risiko penyakit infeksi yang berkontribusi pada terhambatnya pertumbuhan anak. Selain itu, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai dasar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Upaya pencegahan stunting harus melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan multisektor, meliputi peningkatan akses terhadap air bersih, perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi gizi, serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.Buku “Silent Crisis (Analisis Dampak Sanitasi Air dan Higiene Makanan Terhadap Stunting)” secara menyeluruh membahas keterkaitan antara kondisi sanitasi lingkungan, kualitas air, dan praktik higiene makanan terhadap kejadian stunting pada anak. Buku ini menyoroti bahwa stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan makanan, tetapi juga oleh faktor lingkungan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, dan kebersihan makanan yang kurang terjaga. Air bersih dan sanitasi yang layak berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi seperti diare, ISPA, dan tuberkulosis yang dapat menghambat penyerapan zat gizi. Penggunaan air yang tidak memenuhi syarat fisik, kimia, dan mikrobiologis menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan yang berujung pada stunting. Oleh karena itu, pengelolaan air bersih, pengolahan limbah rumah tangga, serta kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Selain itu, pentingnya penerapan prinsip-prinsip higiene dan sanitasi makanan dalam setiap tahap pengolahan pangan, mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian. Setiap tahapan harus dilakukan secara higienis untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan dan memperburuk status gizi anak. Buku ini juga menjelaskan bahwa lingkungan rumah tangga yang sehat dengan ventilasi cukup, kelembaban ideal, dan kepadatan hunian yang sesuai dapat mengurangi risiko penyakit infeksi yang berkontribusi pada terhambatnya pertumbuhan anak. Selain itu, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai dasar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Upaya pencegahan stunting harus melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan multisektor, meliputi peningkatan akses terhadap air bersih, perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi gizi, serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

CV. Mine

Buku Lainnya

Empty Data

Buku belum tersedia.